Username: Password:




Artikel - Pembaruan Aktuaria Asuransi Jiwa

Kamis, 20 Januari 2011
Gross Premium Valuation akan diberlakukan untuk industri asuransi di Indonesia

Dalam revisi PSAK 36 tersebut, pengukuran kewajiban perusahaan asuransi jiwa kepada pemegang polis untuk manfaat masa depan diharuskan menggunakan metode premi bruto atau yang lebih dikenal dengan gross premium method.

Sama seperti metode premi neto, Gross premium method adalah metode penghitungan kewajiban dengan metode prospektif, yaitu melihat hal-hal (cash flow) yang belum terjadi, baru akan terjadi di masa mendatang.

Perbedaannya adalah, pada metode premi neto, yang diperhitungkan sebagai cash flow masa depan hanyalah sebatas pembayaran manfaat utama (klaim meninggal, cacat, maupun jatuh tempo saja) dan penerimaan premi neto (yaitu premi artifisial yang dapat berubah-ubah sesuai asumsi yang dipakai sewaktu menghitung cadangan).

Dalam metode premi gross atau Gross Premium method, cash flow yang diperhitungkan adalah seluruh cash flow, yaitu mulai dari estimasi pembayaran seluruh manfaat dan opsi yang dijanjikan (termasuk pembayaran nilai tunai, misalnya), pengeluaran biaya baik biaya akuisisi maupun biaya pemeliharaan polis dan biaya pemrosesan klaim, dan penerimaan premi gross (yaitu premi aktual yang akan dibayarkan oleh pemegang polis), sesuai jadwal penerimaan dan pembayaran yang diperkirakan di masa mendatang.

Bagaimana dampak perubahan metode ini? Secara angka cadangan, kemungkinan terjadi penyesuaian positif (cadangan bertambah besar), tetapi dapat juga terjadi penyesuaian negatif (cadangan mengecil). Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya: jenis produk, tingkat profitabilitas produk, dan apakah cadangan premi netto yang dibentuk sekarang telah dilakukan perhitungannya dengan benar dan mengacu pada prinsip aktuaria yang kuat. Namun satu hal yang pasti, metode premi gross ini perhitungannya jauh lebih kompleks daripada metode premi neto. Selain diperlukan “upgrading” kualitas staf aktuaris, juga diperlukan alat bantu aktuaria yang lebih canggih.

Apabila disahkan, PSAK 36 yang baru tersebut akan berlaku efektif  per 1 Januari 2012. Di sisi lain, pihak regulator (Bapepam-LK) juga sedang menyiapkan perangkat regulasi yang akan mengharuskan perubahan metode pencadangan memakai Gross Premium Valuation untuk semua kontrak asuransi yang lebih dari 1 tahun, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum/ kerugian.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Gross Premium Valuation, silahkan menulis email kepada admin@padmaaktuaria.com.